Memahami TIK Sebagai
Sarana Komunikasi dengan Kelompok Sasaran
A. Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi
(TIK) dalam Pembelajaran Program Pelatihan
Pelatihan adalah bagian dari pendidikan yang
menyangkut proses belajar untuk memperoleh meningkatkan keterampilan diluar
sitem pendidikan yang berlaku dalam waktu yang relatif singkat dan dengan
menggunakan metode yang lebih mengutamakan praktik dari pada teori.
Program pelatihan merupakan program yang menekankan
kepada keterampilan, karena pelatihan adalah ke-giatan atau pekerjaan melatih
untuk memperoleh kemahiran atau kecakapan, pelatihan berkaitan dengan
pekerjaan. Oleh karna itu, sangat memungkinkan penggunaan teknologi informasi
dan komunikasi dalam program pelatihan ini, karena dengan adanya TIK maka
proses pembelajarannya akan lebih mudah. Misalnya: di sebuah desa, ada beberapa
warga yang mengikuti pelatihan menjahit. Di sana cara menangkap ilmu
pengetahuan berbeda beda. Dengan demikian, pelatih menggunakan video yang
ditayangkan melalui infocus , yang mana video tersebut telah di download
terlebih dahulu di youtube dan membagikannya lagi kewarga belajar. Dengan
begitu warga yang mengikuti pelatihan tersebut bisa belajar juga di rumah tanpa
adanya pelatih.
Jadi, pelatih tidak hanya membelajarkan peserta
pelatihannya secara langsung atau tatap muka, namun peserta juga bisa belajar
di rumah. Dengan bantuan TIK maka proses pembelajaran akan lebih mudah dan
tidak memakan waktu lama, untuk mencari tahu informasi apapun warga belajar
bisa mengakses informasi yang dibutuhkan melalui pemanfaatan dari TIK.
B. Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi
(TIK) dalam Pembelajaran Program Pemberdayaan Masyarakat
Pemberdayaan masyarakat adalah suatu proses untuk
meningkatkan
kemampuan atau kapasitas masyarakat dalam memamfaatkan sumber daya yang
dimiliki, baik itu sumber daya manusia (SDM) maupun sumber daya alam (SDA) yang
tersedia dilingkungannya agar dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya.
Namun upaya yang dilakukan tidak hanya sebatas untuk
meningkatkan
kemampuan atau kapasitas dari masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,
tetapi juga untuk membangun jiwa kemandirian masyarakat agar berkembang dan
mempunyai motivasi yang kuat dalam berpartisipasi dalam proses pemberdayaan.
Dalam hal ini, kita bisa menggunakan TIK untuk
menambah ilmu pengetahuan seperti : mencari informasi tentang apa yang kita
butuhkan. Dengan menggunakan TIK misalnya melalui google maka sedikit tidaknya
kita akan mendapatkan informasi, dengan itu kita bisa membandingkan juga dengan
buku yang telah kita pelajari sebelunya, dari situ kita bisa menyimpulkan dari
yang kita peroleh tersebut.
C. Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi
(TIK) dalam Pembelajaran Program Penyuluhan dan/ atau Iklan Layanan Masyarakat
Penyuluhan maksudnya ialah memberikan arahan kepada
seorang atau sekelompok orang dengan cara mendekatinya terlebih dahulu dan
mengetahui masalah yang dialami oleh orang tersebut terlebih dalulu. Namun
sekarang dunia sudah canggih, tidak perlu bertemu langsung untuk melakukan
penyuluhan. Kita bisa memberikan informasi secara langsung tanpa harus tatap
muka. Misalnya dalam progaram gizi buruk , kita bisa memberikan sesuatu seperti
sejenis iklan tentang gizi buruk melalui internet, yang mana nanti akan dibaca
oleh masyarakat. Dengan ini akan lebih memudahkan peyuluh dan tidak perlu
mendatangi satu persatu warga belajar untuk melakukan penyuluhan.
D. Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (
TIK ) dalam Pembelajaran Program Pendidikan Kesetaraan
Satuan
pendidikan nonformal terdiri atas lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok
belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat, dan majelis taklim, serta satuan
pendidikan yang sejenis. Sedangkan contoh-contoh program pendidikan nonformal
adalah Paket A, Paket B, Paket C, kursus, keaksaraan fungsional, taman bacaan
masyarakat, kelompok bermain (play group) dan sebagainya. Saat ini berkembang
stereotype bahwa peserta didik untuk pendidikan nonformal seringkali berasal
dari kalangan masyarakat yang secara ekonomi berada pada level menengah ke
bawah. Anggapan ini tidak sepenuhnya benar terutama untuk program kursus dan
pendidikan anak usia dini, tetapi tidak bisa dipungkiri untuk program-program
yang lain semacam Paket A, B, C dan keaksaraan fungsional para peserta didik
memang sebagian besar berasal dari kalangan masyarakat yang kurang beruntung
secara finansial. Pada kelompok masyarakat ini umumnya aktifitas mereka masih
ditujukan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan pendidikan bahkan
tidak menjadi sebuah kebutuhan mendasar bagi mereka.
Tulisan berikut ini hendak membahas peluang
penerapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam menciptakan perluasan
akses dan peningkatan kualitas pendidikan nonformal. Sejenak mari kita
tinggalkan bentuk-bentuk pendidikan nonformal yang sudah mapan dan dijalankan
oleh satuan-satuan pendidikan nonformal dengan dukungan manajemen dan finansial
yang kuat. Kita tidak akan membahas kursus-kursus dengan skala nasional, juga
kelompok bermain dan bentuk lain pendidikan anak usia dini yang sudah
terstruktur dengan baik. Penerapan TIK yang hendak dibahas di sini adalah pada
program-program pendidikan nonformal dengan sasaran anak-anak putus sekolah,
orang-orang buta huruf, dan pelatihan-pelatihan Lifeskills dalam kerangka
pemberdayaan masyarakat.
Sumber
Sudarmanto, D.,
Widya Y., Ekawati,Y. Multimedia Interaktif Sebuah Terobosan Pembelajaran Paket
B. Jakarta, Indonesia; Jurnal Ilmiah Visi Pendidik dan Tenaga
Kependidikan-Pedidikan Nonformal Vol. 1, No. 1, hal. 46-56, 2007.
Semangatt sabattq~
BalasHapusKren waan
BalasHapusTerimaksih ilmu nya kk
BalasHapusMantap bro 🔥
BalasHapusMantap kak
BalasHapussangat bermanfaat terima kasih
BalasHapusKeren sisst
BalasHapusMantapp
BalasHapusMantapp penulisss
BalasHapusWoooow mantap sekali, semoga bermanfaat
BalasHapusMantap bro,jangan kasih kendooooooor!!!!
BalasHapusSemangat penulis
BalasHapus