Minggu, 31 Oktober 2021

 

PERANCANGAN PRODUK TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) DALAM KEGIATAN PENYULUHAN PROGRAM KB

 

Kejadian ledakan informasi sebenarnya menjadi pertanda munculnya peluang dan tantangan yang akan dihadapi manusia di masa depan. Perkembangan volume informasi yang dihasilkan dan dikelola akan terus dan semakin menggelembung. Seiring dengan itu maka informasi pun meningkat pula baik jumlah maupun jenisnya. Pada masa tersebut manusia hidup dalam suatu tatanan masyarakat baru, yakni masyarakat informasi. Dalam masyarakat informasi, informasi dianggap sesuatu yang penting untuk menunjang setiap kegiatan manusia. Oleh karena itu, berbagai infrastruktur yang dibutuhkan dalam proses mengelola dan mendistribusikan informasi terus dihasilkan dan dikembangkan. Infrastruktur dalam proses Kejadian ledakan informasi sebenarnya menjadi pertanda munculnya peluang dan tantangan yang akan dihadapi manusia di masa depan.

            Perkembangan volume informasi yang dihasilkan dan dikelola akan terus dan semakin menggelembung. Seiring dengan itu maka informasi pun meningkat pula baik jumlah maupun jenisnya. Pada masa tersebut manusia hidup dalam suatu tatanan masyarakat baru, yakni masyarakat informasi. Dalam masyarakat informasi, informasi dianggap sesuatu yang penting untuk menunjang setiap kegiatan manusia. Oleh karena itu, berbagai infrastruktur yang dibutuhkan dalam proses mengelola dan mendistribusikan informasi terus dihasilkan dan dikembangkan. Infrastruktur dalam proses.

Beberapa manfaat yang diberikan TIK bagi satu bangsa, antara lain:

1. Meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.

2. Meningkatkan daya saing bangsa.

3. Memperkuat kesatuan dan persatuan nasional.

4. Mewujudkan pemerintahan yang transparan.

5. Meningkatkan jati diri bangsa di tingkat internasional.

 

    Tidak dapat dihindari laju perkembangan TIK telah banyak digunakan untuk berbagai tujuan yang kontraproduktif, bahkan destruktif, baik oleh perorangan, kelompok bahkan oleh sebuah negara.

            Program-program yang dilakukan oleh penyuluh merupakan program yang berdadarkan instruksi dari BKKBN pusat, adapun program itu adalah program KB yang ada didalamnya sub program pendukung yaitu: Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), dan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS), yang merupakan suatu sistem yang saling berhubungan satu dengan lainnya. Program-program yang dilaksanakan penyuluh KB tentunya berdasarkan kebutuhan masayarakat (need assessment) calon akseptor KB. Program yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan, untuk pasangan usia subur yang baru mempunyai anak tentunya programnya adalah BKB. Untuk keluarga yang mempunyai anak remaja program yang diberikan adalah BKR, begitulah seterusnya. Prinsip-prinsip pelayanan KB tersebut berkenaan dengan kondisi masyarakat, program pelayanan, serta tujuan dan pelaksanaan layanan, yang mengacu pada pelayanan yang efektif dan efisien untuk kehidupan yang efektif sehari-hari (KES), cerdas dan berkarakter (Prayitno, dkk. 2013: 8).

            Untuk kondisi seperti saat ini sudah berjalan cukup baik, namun terkendala covid 19 yang biasanya progran dilakukan secara langsung oleh kader pada saat ini hanya dapat mengunjungi satu kali sebulan, selebihnya secara daring yaitu melalui media sosial. Pelaksanaan penyuluhan dilakukan setiap sekali sebulan secara langsung, selebihnya melalui media sosial seperti grub wa, facebook. Biasanya memang hanya dilakukan secara lansung namun semenjak masa pandemi juga dilaksanakan di media sosial. Biasanya kader secara langsung pergi ke masyarakat.

            Penyuluhan kepada masyarakat tentang program KB akan lebih efektif dengan menggunakan media penyuluhan. Penggunaan media penyuluhan akan membantu memperjelas informasi yang disampaikan, karena dapat lebih menarik, lebih interaktif, dapat mengatasi batasan ruang, waktu dan indra manusia. Agar informasi yang disampaikan bisa lebih jelas dan mudah dipahami sesuai dengan tujuan yang akan dicapai, maka informasi tersebut perlu dikemas sesuai dengan karakteristik dari setiap media yang digunakan. Intinya pemanfaatan teknologi di lembaga ini ada di media sosial sebagai pengganti penyuluhan secara langsung, tetapi penyuluhan secara langsung juga dilakukan namun terbatas.

 

 

Selasa, 12 Oktober 2021

 

perancangan produk teknologi informasi dan komunikasi dalam program pendidikan luar sekolah

 

Dalam melaksanakan suatu program kegiatan dalam proses belajar pendidikan luar sekolah, kita harus melakukan identifikasi kebutuhan warga belajar kita. Karena dalam Program PLS sistem pembelajaran harus disesuaikan dengan apa yang dibutuhkan oleh warga belajarnya. Kebutuhan adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh manusia untuk kehidupannya, demi mencapai suatu hasil (tujuan) yang lebih baik. Menurut Witkin (1984:3) dinyatakan bahwa identifikasi kebutuhan adalah proses dan sekaligus prosedur yang sistematis untuk menentukan prioritas kebutuhan dan pengambilan keputusan tentang program dan alokasi sumberdaya yang diperlukan bagi keberlangsungan satu program layanan pendidikan atau layanan sosial.

 

Identifikasi kebutuhan sasaran dalam TIK adalah kita harus menyesuaikan bahan pembelajaran berbasis TIK yang kita berikan itu sesuai dengan kebutuhan warga belajar kiata. Selain itu kita harus juga melihat siapa sasaran warga belajar kita, apakah sararan kita itu anak- anak, remaja, dewasa, ataupun lansia. Kita harus manpu menyesuaikan konsep pembelajaran TIK yang seperti apa yang bisa kita gunakan dalam proses pembelajaran warga belajar kita. Identifikasi sasaran ini sangat diperlukan dalam merencanakan suatu pembelajaran yang berbasis TIK yang akan kita gunakan. 

Salah satu bahan belajar berbasis TIK  yang bisa mendukung program PLS adalah konsep belajar adalah konsep belajar berbasis WEB (E- learning ). Konsep bahan belajar ini adalah proses pembelajarannya berbasis internet dan semua materi pembelajaran bisa dipelajari dalam internet ketika menggunakan konsep belajar berbasis web ini. Karena pada saat melakukan pembelajaran pada konsep ini menggunakan internet atau e-learning. Tidak hanya materi, pengiriman dan pemberian tugas juga bisa dilakukan dengan pembelajaran berbasis web.

salah satu perancangan produk TIK dalam program PLS

a. Pembelajaran Kejar Paket C berbasis ICT

Merupakan salah satu program kelompok kerja (Pokja) Kesetaraan BP-PLSP Regional I. Program ini difasilitasi oleh Direktorat Pendidikan Kesetaraan, Ditjen PLS, Depdiknas, melalui dana block grant perluasan akses pendidikan kesetaraan dengan memanfaatkan information and communication technology (ICT) tahun 2006. Produk dari pada program Pembelajaran Paket C berbasis ICT yaitu Aplikasi Pembelajaran Paket C Berbasis Web.

Sasaran program ini tidak hanya dimanfaatkan oleh peserta didik pada kelompok belajar Paket C yang dikelola BP-PLSP Regional I tapi juga melayani kelompok-kelompok belajar yang dikelola SKB di Kabupaten/Kota, PKBM dan satuan pendidikan nonformal lainnya.

Jumat, 01 Oktober 2021

 

PENGELOLAAN TIK DALAM PLS

 

Penggunaan atau pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam program PLS tidak terlepas dari peranan sumberdaya manusia sebagai pengelolanya. Seorang sumberdaya manusia sangatlah memiliki peranan penting dalam pengelolaannya, baik itu dalam proses perancangan, pemanfaatan, maupun evaluasi. Oleh karena itu, kesiapan dari sumberdaya manusia dalam pengelolaan TIK sangat diperlukan, agar suatu tujuan dapat tercapai dengan efektif dan efisien. Teknologi informasi berkembang sejalan dengan perkembangan  teori dan komunikasi teknologi yang menunjang terhadap praktik kegiatan pembelajaran.

 Kegiatan pembelajaran merupakan kegiatan yang paling pokok dalam keseluruhan proses pendidikan. Hal ini berarti pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana proses pembelajaran dirancang dan dijalankan secara profesional. Setiap kegiatan pembelajaran selalu melibatkan dua pelaku aktif, yaitu guru dan siswa. Guru adalah pencipta kondisi belajar siswa yang didesain secara sengaja, sistematis, dan berkesinambungan. Sedangkan siswa sebagai peserta didik merupakan pihak yang menikmati kondisi belajar yang menciptakan guru tersebut. Dengan kata lain untuk pendidikan dan pengembangan guru sangat penting bagi keberhasilan penerapan kurikulum berbasis TIK. Semakin berkembangnya manusia, berkembanglah pula ilmu pengetahuan dan teknologi di segala bidang. Itu semua mengharuskan pendidikan menyesuaikan langkahnya jika ingin tetap relevan. Hal itu menjadikan pendidikan menjadi kian mahal, satu kenyataan yang sering kurang disadari oleh banyak orang.

 Dilain pihak berkembangnya umat manusia mendorong makin banyak orang untuk maju dan tak mau tertinggal. Dan mereka semua memerlukan pendidikan yang lebih baik. Akibatnya, baik faktor kualitas maupun kuantitas pendidikan tidak dapat bisa diabaikan. Pendidikan harus diselenggarakan secara bermutu dan adil mereta bagi seluruh rakyat. Peranan TIK dianggap sangat penting dalam dunia pendidikan. Pendidikan suatu bangsa merupakan tolak ukur kemampuan suatu bangsa. Oleh karena itu, pemanfaatan TIK diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan kita. Salah satu cara pemanfaatan TIK adalah melalaui pembelajaran di kelas yang berbasis teknologi dan informasi. Guru sebagai tenaga pengajar yang profesional harus tahu dan paham akan pentingnya TIK dalam pembelajaran pada saat ini.

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) saat ini sangat berkembang di masyarakat. Teknologi Informasi merupakan teknologi yang dipergunakan untuk mengelola data, meliputi didalamnya: memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dengan berbagai macam cara dan prosedur guna menghasilkan informasi yang berkualitas dan bernilai guna. Perkembangan TIK terus meningkat seiring meningkatnya kebutuhan manusia. Saat ini tren penggunaan e- yang berarti elektronik bermunculan. Seperti e-education, e-government, e-learning dan lain sebagainya. Teknologi Informasi dan Komunikasi seakan telah mendarah daging didalam diri setiap manusia di era ini, Teknologi Informasi dan Komunikasi yang telah menglobal mampu mencakupi segala aspek yang ada dalam kehidupan. Dalam bidang hiburan, TIK banyak memiliki peranan. Teknologi Informasi seakan telah menjadi pengalihfungsian penyajian informasi.

 

  PERAN KELUARGA DALAM MENGHADAPI PENYIMPANGAN PERILAKU PADA REMAJA     Remaja adalah masa peralihan diri dari perkembangan psikologis...