Jumat, 24 September 2021

 

praktek penguasaan tik PLS

 

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) atau yang lebih populer dengan sebutan Information and Communication Technology  sudah semakin berkembang serta memberikan pengaruh terhadap berbagai bidang. (Bambang Warsita 2006), berpendapat bahwa perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah mencapai gelombang yang ketiga. Gelombang pertama timbul dalam bentuk teknologi pertanian. Gelombang kedua timbul dalam bentuk teknologi industri. Kini, gelombang ketiga yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi elektronika dan informatika. Dunia pendidikan saat ini mulai mengintegrasikan teknologi pada berbagai aspek termasuk dalam pembelajaran. Kebijakan pendidikan diarahkan untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sehingga mampu mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi tantangan global. Dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi pada pembelajaran setidaknya pendidik mampu menguasai dan mau menggunakan teknologi.

Dalam Permendiknas No 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru, pada bagian kompetensi Pedagogik Guru SMA, dikatakan bahwa kompetensi guru mata pelajaran adalah memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran yang diampu. Artinya pembelajaran tidak lagi bersifat konvensional. Guru diharapkan mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran, menerapkan berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif dalam mata pelajaran yang diampu. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi diharapkan mampu meningkatkan keberhasilan proses belajar mengajar. Penerapan aplikasi teknologi informasi dan komunikasi yang tepat dalam dunia pendidikan merupakan salah satu faktor kunci penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kualitas sumber daya manusia (Munir, 2009).

Oleh karena itu penerapan dan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi bukan sekedar mengikuti trend global melainkan merupakan suatu langkah strategis dalam upaya meningkatkan akses dan mutu pendidikan. Hal ini juga merupakan salah satu faktor kunci untuk mengejar ketertinggalan dunia pendidikan dan kualitas sumber daya manusia Indonesia dengan bangsa bangsa lain. Model pemanfaatan TIK dalam proses pembelajaran pada penelitian ini mengacu kepada Munadi (2013) yang mengklasifikasikan pemanfaatan komputer dalam pembelajaran ke dalam berapa bentuk termasuk pemanfaatan multimedia presentasi, kemudian berkaitan dengan pemanfaatan internet dalam pembelajaran yang mana termasuk di dalamnya pemanfaatan e-mail dan website. Komputer juga dapat dijadikan sebagai sarana permainan (game) yang tentu saja permainan yang berkaitan dengan pelajaran. Hal ini dimaksudkan untuk menghindarkan siswa dari kejenuhan, sehingga apa yang diharapkan oleh guru dapat tercapai dengan optimal.

 

Jumat, 17 September 2021

 

Kebeterimaan warga belajar terhadap produk teknologi informasi dan komunikasi ( TIK ) yang digunakan dalam program pendidikan luar sekolah

 

TIK adalah teknologi yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi. Sumber daya manusia adalah salah satu factor yang sangat penting bahkan tidak dapat dilepaskan dari sebuah organisasi, baik institusi maupun perushaan. SDM juga merupakan kunci yang menentukan perkembangan perusahaan. Dalam pempersiapkan SDM ini di kembangkan berbagai program pendidikan di bidang TIK seperti program sekolah mengadakan kursus bidang teknologi informasi, Oleh karena itu, perlu dikembangkan paket-paket pelatihan yang terjangkau. Dalam hal ini, peran pemerintah sangat diperlukan dalam rangka membantu proses pendidikan maupun penambahan fasilitas yang lebih memadai. Upaya Peningkatan Kapasitas SDM dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan seperti meningkatkan kesadaran dan pemahaman, manfaatan sumber daya pendidikan dan pelatihan, menyelengaraan pendidikan dan pelatihan, peningkatan informasi melalui pemberian penghrgaan/ apresiasi kepada seluruh SDM.

 

Dalam program Pendidikan Luar Sekolah, terdapat banyak produk Teknologi, Informasi dan Komunikasi sebagai pendukung proses pembelajaran. Produk tersebut dapat berguna untuk mempermudah proses pembelajaran. Namun tidak semua warga belajar dapat menerima produk TIK yang digunakan, karna tidak semua warga belajar dapat menggunakan produk tersebut. Tidak bisa dipungkiri bahwasanya bukan hanya warga belajar yang tidak dapat menggunakan produk TIK tersebut, tetapi banyak juga pendidik yang belum bisa menerapkan produk TIK ini didalam pembelajaran Pendidikan Luar Sekolah.

Produk TIK seperti Internet, video dan sebagainya memiliki dampak yang berbeda-beda, yakni ada diantaranya dampak positif maupun dampak negatif. Untuk itu, kita sebagai pendidik harus menguasai terlebih dahulu berbagai macam produk dari Teknologi, Informasi dan Komunikasi. Serta sebagai pendidik juga harus mengetahui berbagai kelebihan dan kekurangan produk TIK sebagai media dalam pembelajaran Pendidikan Luar Sekolah. Agar produk TIK tersebut dapat diterima oleh warga belajar dalam Pendidikan Luar Sekolah.

Keberterimaan warga belajar terhadap produk TIK yang digunakan dalam program PLS cenderung dipengaruhi oleh kemudahan untuk
mengoperasikan, artinya jika pengguna atau warga belajar merasakan mudah untuk memahami dan mengoperasikan sebuah sistem informasi, maka dia akan bersedia menggunakannya dan menerima produk dari TIK tersebut. Sama halnya dengan jika warga belajar merasa senang dan dapat membantunya dalam penerimaan informasi yang disampaikan oleh sumber belajar dengan mudah tanpa ada gangguan apapun dengan adanya bantuan atau pemanfaatan produk dari TIK ini, maka ia akan terbuka dan senang menerima dari pemanfaatan atau penggunaan produk TIK dalam program PLS. Begitu juga sebaliknya, jika hal yang terjadi berbanding terbalik dengan di atas, maka kemungkinan besar warga belajar tidak akan mudah menerima produk TIK yang digunakan dalam PLS.

 

Jumat, 10 September 2021

 

KESIAPAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MEMANFAATKAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI ( TIK ) UNTUK PROGRAM PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH

 

Ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai penggerak utama perubahan saat ini mengalami kemajuan yang luar biasa, terutama berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi. Pengaruh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat ini memberikan dampak positif dan dampak negatif. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berdampak positif dengan semakin terbuka dan tersebarnya informasi dari dan ke seluruh dunia menembus batas ruang dan waktu. Dampak negatifnya adalah terjadinya perubahan nilai, norma, aturan dan moral kehidupan yang bertentangan dengan yang sudah berlaku. Kehidupan masyarakat terus menerus mengalami perubahan sebagai akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk pendidikan. Pendidikan perlu mengantisipasi perubahan tersebut untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu berkompetisi dalam masyarakat global.

Peran Teknologi Informasi komunikasi  (TIK) saat ini sudah tidak dapat dihindarkan lagi untuk dapat mendukung operasional layanan sistem berbasis TIK secara optimal. Untuk itu dituntut keberadaan SDM yang berkualitas, yang dapat memenuhi kualifikasi sesuai kebutuhan pemanfaatan TIK. Berdasarkan berbagai sumber  dapat disimpulkan bahwa Sumber Daya Manusia adalah manusia yang bekerja di lingkungan organisasi dengan menggunakan potensi fisik dan psikis yang dimilikinya secara maksimal bagi pencapaian dari tujuan organisasi. Sedangkan Teknologi Informasi menurut berbagai sumber merupakan pengguna sistem komputer dan telekomunikasi untuk menyimpan memproses menganalisa mengambil dan mengirim informasi. Kemudian pengertian SDM TIK sendiri berdasarkan panduan pengukuran aktivitas sains khususnya dalam Canberra manual (bagian dari dokumen OECD) yaitu  dua dimensi dari qualifikasi dan pekerjaan.  Secara nasional maupun internasional, definisi baku mengenai apa dan siapa SDM TI, belum ditemukan.


 

Perlu upaya Peningkatan Kapasitas SDM  dan Penataan dalam pendayagunaan, dengan perencanaan yang matang sesuai dengan kebutuhan, serta pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Oleh karena itu, dilakukan:

·       Peningkatan kapasitas peyelenggaraan pendidikan dan pelatihan jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi secara optimal untuk mengurangi kesenjangan SDM dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi.

·       Peningkatan informasi melalui pemberian penghrgaan/ apresiasi kepada seluruh SDM bidang informasi dan komunikasi di pemerintah dan daerah serta masyarakat yang secara aktif mengembangkan inovasi menjadi karya yang bermanfaat bagi pengembangannya.

·       Meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya informasi serta pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi. Baik dikalangan pemerintah maupun dikalangan masyarakat.

·       Pemanfaatan sumber daya pendidikan dan pelatihan termasuk perangkat teknologi informasi dan komunikasi baik yang dimiliki oleh lembaga pemerintah maupun non-pemerintah/masyarakat.

 

Sumber daya manusia adalah salah satu factor yang sangat penting bahkan tidak dapat dilepaskan dari sebuah organisasi, baik institusi maupun perushaan. SDM juga merupakan kunci yang menentukan perkembangan perusahaan. Dalam pempersiapkan SDM ini di kembangkan berbagai program pendidikan di bidang TIK seperti program sekolah mengadakan kursus bidang teknologi informasi, Oleh karena itu, perlu dikembangkan paket-paket pelatihan yang terjangkau. Dalam hal ini, peran pemerintah sangat diperlukan dalam rangka membantu proses pendidikan maupun penambahan fasilitas yang lebih memadai. Upaya Peningkatan Kapasitas SDM dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan seperti meningkatkan kesadaran dan pemahaman, manfaatan sumber daya pendidikan dan pelatihan, menyelengaraan pendidikan dan pelatihan, peningkatan informasi melalui pemberian penghargaan dan apresiasi kepada seluruh SDM.

 

Jumat, 03 September 2021

 

Memahami TIK Sebagai Sarana Komunikasi dengan Kelompok Sasaran

 

A. Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pembelajaran Program Pelatihan

Pelatihan adalah bagian dari pendidikan yang menyangkut proses belajar untuk memperoleh meningkatkan keterampilan diluar sitem pendidikan yang berlaku dalam waktu yang relatif singkat dan dengan menggunakan metode yang lebih mengutamakan praktik dari pada teori.

Program pelatihan merupakan program yang menekankan kepada keterampilan, karena pelatihan adalah ke-giatan atau pekerjaan melatih untuk memperoleh kemahiran atau kecakapan, pelatihan berkaitan dengan pekerjaan. Oleh karna itu, sangat memungkinkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam program pelatihan ini, karena dengan adanya TIK maka proses pembelajarannya akan lebih mudah. Misalnya: di sebuah desa, ada beberapa warga yang mengikuti pelatihan menjahit. Di sana cara menangkap ilmu pengetahuan berbeda beda. Dengan demikian, pelatih menggunakan video yang ditayangkan melalui infocus , yang mana video tersebut telah di download terlebih dahulu di youtube dan membagikannya lagi kewarga belajar. Dengan begitu warga yang mengikuti pelatihan tersebut bisa belajar juga di rumah tanpa adanya pelatih.

Jadi, pelatih tidak hanya membelajarkan peserta pelatihannya secara langsung atau tatap muka, namun peserta juga bisa belajar di rumah. Dengan bantuan TIK maka proses pembelajaran akan lebih mudah dan tidak memakan waktu lama, untuk mencari tahu informasi apapun warga belajar bisa mengakses informasi yang dibutuhkan melalui pemanfaatan dari TIK.

B. Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pembelajaran Program Pemberdayaan Masyarakat

Pemberdayaan masyarakat adalah suatu proses untuk meningkatkan
kemampuan atau kapasitas masyarakat dalam memamfaatkan sumber daya yang dimiliki, baik itu sumber daya manusia (SDM) maupun sumber daya alam (SDA) yang tersedia dilingkungannya agar dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

Namun upaya yang dilakukan tidak hanya sebatas untuk meningkatkan
kemampuan atau kapasitas dari masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, tetapi juga untuk membangun jiwa kemandirian masyarakat agar berkembang dan
mempunyai motivasi yang kuat dalam berpartisipasi dalam proses pemberdayaan.

Dalam hal ini, kita bisa menggunakan TIK untuk menambah ilmu pengetahuan seperti : mencari informasi tentang apa yang kita butuhkan. Dengan menggunakan TIK misalnya melalui google maka sedikit tidaknya kita akan mendapatkan informasi, dengan itu kita bisa membandingkan juga dengan buku yang telah kita pelajari sebelunya, dari situ kita bisa menyimpulkan dari yang kita peroleh tersebut.

C. Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pembelajaran Program Penyuluhan dan/ atau Iklan Layanan Masyarakat

Penyuluhan maksudnya ialah memberikan arahan kepada seorang atau sekelompok orang dengan cara mendekatinya terlebih dahulu dan mengetahui masalah yang dialami oleh orang tersebut terlebih dalulu. Namun sekarang dunia sudah canggih, tidak perlu bertemu langsung untuk melakukan penyuluhan. Kita bisa memberikan informasi secara langsung tanpa harus tatap muka. Misalnya dalam progaram gizi buruk , kita bisa memberikan sesuatu seperti sejenis iklan tentang gizi buruk melalui internet, yang mana nanti akan dibaca oleh masyarakat. Dengan ini akan lebih memudahkan peyuluh dan tidak perlu mendatangi satu persatu warga belajar untuk melakukan penyuluhan.


 

D. Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi ( TIK ) dalam Pembelajaran Program Pendidikan Kesetaraan

 Satuan pendidikan nonformal terdiri atas lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat, dan majelis taklim, serta satuan pendidikan yang sejenis. Sedangkan contoh-contoh program pendidikan nonformal adalah Paket A, Paket B, Paket C, kursus, keaksaraan fungsional, taman bacaan masyarakat, kelompok bermain (play group) dan sebagainya. Saat ini berkembang stereotype bahwa peserta didik untuk pendidikan nonformal seringkali berasal dari kalangan masyarakat yang secara ekonomi berada pada level menengah ke bawah. Anggapan ini tidak sepenuhnya benar terutama untuk program kursus dan pendidikan anak usia dini, tetapi tidak bisa dipungkiri untuk program-program yang lain semacam Paket A, B, C dan keaksaraan fungsional para peserta didik memang sebagian besar berasal dari kalangan masyarakat yang kurang beruntung secara finansial. Pada kelompok masyarakat ini umumnya aktifitas mereka masih ditujukan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan pendidikan bahkan tidak menjadi sebuah kebutuhan mendasar bagi mereka.

Tulisan berikut ini hendak membahas peluang penerapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam menciptakan perluasan akses dan peningkatan kualitas pendidikan nonformal. Sejenak mari kita tinggalkan bentuk-bentuk pendidikan nonformal yang sudah mapan dan dijalankan oleh satuan-satuan pendidikan nonformal dengan dukungan manajemen dan finansial yang kuat. Kita tidak akan membahas kursus-kursus dengan skala nasional, juga kelompok bermain dan bentuk lain pendidikan anak usia dini yang sudah terstruktur dengan baik. Penerapan TIK yang hendak dibahas di sini adalah pada program-program pendidikan nonformal dengan sasaran anak-anak putus sekolah, orang-orang buta huruf, dan pelatihan-pelatihan Lifeskills dalam kerangka pemberdayaan masyarakat.

 

Sumber

Sudarmanto, D., Widya Y., Ekawati,Y. Multimedia Interaktif Sebuah Terobosan Pembelajaran Paket B. Jakarta, Indonesia; Jurnal Ilmiah Visi Pendidik dan Tenaga Kependidikan-Pedidikan Nonformal Vol. 1, No. 1, hal. 46-56, 2007.

  PERAN KELUARGA DALAM MENGHADAPI PENYIMPANGAN PERILAKU PADA REMAJA     Remaja adalah masa peralihan diri dari perkembangan psikologis...