Jumat, 03 September 2021

 

Memahami TIK Sebagai Sarana Komunikasi dengan Kelompok Sasaran

 

A. Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pembelajaran Program Pelatihan

Pelatihan adalah bagian dari pendidikan yang menyangkut proses belajar untuk memperoleh meningkatkan keterampilan diluar sitem pendidikan yang berlaku dalam waktu yang relatif singkat dan dengan menggunakan metode yang lebih mengutamakan praktik dari pada teori.

Program pelatihan merupakan program yang menekankan kepada keterampilan, karena pelatihan adalah ke-giatan atau pekerjaan melatih untuk memperoleh kemahiran atau kecakapan, pelatihan berkaitan dengan pekerjaan. Oleh karna itu, sangat memungkinkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam program pelatihan ini, karena dengan adanya TIK maka proses pembelajarannya akan lebih mudah. Misalnya: di sebuah desa, ada beberapa warga yang mengikuti pelatihan menjahit. Di sana cara menangkap ilmu pengetahuan berbeda beda. Dengan demikian, pelatih menggunakan video yang ditayangkan melalui infocus , yang mana video tersebut telah di download terlebih dahulu di youtube dan membagikannya lagi kewarga belajar. Dengan begitu warga yang mengikuti pelatihan tersebut bisa belajar juga di rumah tanpa adanya pelatih.

Jadi, pelatih tidak hanya membelajarkan peserta pelatihannya secara langsung atau tatap muka, namun peserta juga bisa belajar di rumah. Dengan bantuan TIK maka proses pembelajaran akan lebih mudah dan tidak memakan waktu lama, untuk mencari tahu informasi apapun warga belajar bisa mengakses informasi yang dibutuhkan melalui pemanfaatan dari TIK.

B. Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pembelajaran Program Pemberdayaan Masyarakat

Pemberdayaan masyarakat adalah suatu proses untuk meningkatkan
kemampuan atau kapasitas masyarakat dalam memamfaatkan sumber daya yang dimiliki, baik itu sumber daya manusia (SDM) maupun sumber daya alam (SDA) yang tersedia dilingkungannya agar dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

Namun upaya yang dilakukan tidak hanya sebatas untuk meningkatkan
kemampuan atau kapasitas dari masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, tetapi juga untuk membangun jiwa kemandirian masyarakat agar berkembang dan
mempunyai motivasi yang kuat dalam berpartisipasi dalam proses pemberdayaan.

Dalam hal ini, kita bisa menggunakan TIK untuk menambah ilmu pengetahuan seperti : mencari informasi tentang apa yang kita butuhkan. Dengan menggunakan TIK misalnya melalui google maka sedikit tidaknya kita akan mendapatkan informasi, dengan itu kita bisa membandingkan juga dengan buku yang telah kita pelajari sebelunya, dari situ kita bisa menyimpulkan dari yang kita peroleh tersebut.

C. Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pembelajaran Program Penyuluhan dan/ atau Iklan Layanan Masyarakat

Penyuluhan maksudnya ialah memberikan arahan kepada seorang atau sekelompok orang dengan cara mendekatinya terlebih dahulu dan mengetahui masalah yang dialami oleh orang tersebut terlebih dalulu. Namun sekarang dunia sudah canggih, tidak perlu bertemu langsung untuk melakukan penyuluhan. Kita bisa memberikan informasi secara langsung tanpa harus tatap muka. Misalnya dalam progaram gizi buruk , kita bisa memberikan sesuatu seperti sejenis iklan tentang gizi buruk melalui internet, yang mana nanti akan dibaca oleh masyarakat. Dengan ini akan lebih memudahkan peyuluh dan tidak perlu mendatangi satu persatu warga belajar untuk melakukan penyuluhan.


 

D. Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi ( TIK ) dalam Pembelajaran Program Pendidikan Kesetaraan

 Satuan pendidikan nonformal terdiri atas lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat, dan majelis taklim, serta satuan pendidikan yang sejenis. Sedangkan contoh-contoh program pendidikan nonformal adalah Paket A, Paket B, Paket C, kursus, keaksaraan fungsional, taman bacaan masyarakat, kelompok bermain (play group) dan sebagainya. Saat ini berkembang stereotype bahwa peserta didik untuk pendidikan nonformal seringkali berasal dari kalangan masyarakat yang secara ekonomi berada pada level menengah ke bawah. Anggapan ini tidak sepenuhnya benar terutama untuk program kursus dan pendidikan anak usia dini, tetapi tidak bisa dipungkiri untuk program-program yang lain semacam Paket A, B, C dan keaksaraan fungsional para peserta didik memang sebagian besar berasal dari kalangan masyarakat yang kurang beruntung secara finansial. Pada kelompok masyarakat ini umumnya aktifitas mereka masih ditujukan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan pendidikan bahkan tidak menjadi sebuah kebutuhan mendasar bagi mereka.

Tulisan berikut ini hendak membahas peluang penerapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam menciptakan perluasan akses dan peningkatan kualitas pendidikan nonformal. Sejenak mari kita tinggalkan bentuk-bentuk pendidikan nonformal yang sudah mapan dan dijalankan oleh satuan-satuan pendidikan nonformal dengan dukungan manajemen dan finansial yang kuat. Kita tidak akan membahas kursus-kursus dengan skala nasional, juga kelompok bermain dan bentuk lain pendidikan anak usia dini yang sudah terstruktur dengan baik. Penerapan TIK yang hendak dibahas di sini adalah pada program-program pendidikan nonformal dengan sasaran anak-anak putus sekolah, orang-orang buta huruf, dan pelatihan-pelatihan Lifeskills dalam kerangka pemberdayaan masyarakat.

 

Sumber

Sudarmanto, D., Widya Y., Ekawati,Y. Multimedia Interaktif Sebuah Terobosan Pembelajaran Paket B. Jakarta, Indonesia; Jurnal Ilmiah Visi Pendidik dan Tenaga Kependidikan-Pedidikan Nonformal Vol. 1, No. 1, hal. 46-56, 2007.

12 komentar:

  PERAN KELUARGA DALAM MENGHADAPI PENYIMPANGAN PERILAKU PADA REMAJA     Remaja adalah masa peralihan diri dari perkembangan psikologis...