Selasa, 31 Mei 2022

 

PERAN KELUARGA DALAM MENGHADAPI PENYIMPANGAN PERILAKU PADA REMAJA

 

 

Remaja adalah masa peralihan diri dari perkembangan psikologis anak menuju dewasa. Pada masa ini tentu terjadi berbagai macam perubahan, baik secara fisik, biologis, mental dan emosional serta psikososial. Berbagai perubahan yang terjadi pada masa remaja dapat mempengaruhi kehidupan pribadi, lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Remaja adalah bagian dari warga masyarakat yang paling rentan dalam menghadapi godaan dan tekanan dari lingkungan sosialnya. Ketidaksiapan remaja dalam menghadapi godaan dapat menimbulkan berbagai perilaku menyimpang seperti yang belakangan ini makin mencemaskan, seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan obat terlarang, ancaman seks bebas, terlibat dalam geng, penyakit menular seksual (PMS) dan HIV/AIDS, kehamilan yang tidak dikehendaki, aborsi dan lain sebagainya.

1. Lingkungan Masyarakat

Kontrol dari masyarakat juga diperlukan guna mengatasi bahaya yang lebih besar lagi, karena lingkungan masyarakat merupakan tempat remaja tersebut hidup. Masyarakat merupakan lingkup Pendidikan nonformal, dimana remaja belajar bersosialisasi dan menerapkan apa yang ia dapatkan dari keluarga dan sekolah. Selain itu, dengan bersosialisasi dengan masyarakat dan lingkungannya, remaja juga belajar tentang norma-norma yang berlaku di dalam masyarakat, misalnya norma kesopanan, norma susila, norma hukum, dan lain sebagainya.

2. Peran Keluarga

Keluarga yang pada dasarnya mempunyai peranan untuk membentuk perkembangan, kepribadian dan sebagai pengontrol bagi anak remajanya untuk dapat memberikan batasan-batasan dalam menjalani kehidupan sosial serta tempat pendidikan bagi remaja mulai semakin terkikis dengan masuknya era modernisasi. Pemecahan masalah sosial merupakan bagian dari kompetensi sosial sebagai hasil dari interaksi yang kompleks antara anak remaja dan lingkungan. Lebih lanjut dijelaskan bahwa hubungan antara anak remaja dan orangtua atau pendidik yang menimbulkan rasa aman yang digambarkan anak merasa dirinya layak dan berharga diprediksikan akan mempengaruhi bagaimana anak mengatasi masalah yang menekan ataupun masalah sehari-hari dengan cara yang positif.

Dalam kaitan ini Bimo Walgito yang dikutib oleh Sudarsono bahwa tidak jarang orang tua tidak dapat bertemu dengan anak-anaknya. Coba bayangkan orang tua kembali dari kerja, anak-anak sudah bermain di luar, anak pulang orang tua sudah pergi lagi, orang tua datang anak anak sudah tidur, dan seterusnya. Keadaan yang semacam ini jelas tidak menguntungkan perkembangan anak.

Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa tindakan orang para tua dalam hal ini bapak dan ibu yang jarang bertemu dengan anak-anaknya akan memberikan peluang maksimal terhadap anak-anaknya untuk senantiasa berberintegrasi dengan lingkungan di mana anak tersbut berada. Pengalaman-pengalaman yang diperoleh anak apakah itu pengalaman baik atau pengalaman buruk akan senantiasa berpengaruh terhadap psikisnya. Sehingga anak tersebut mencari jalan keluar untuk memecahkan masalahnya dengan sendiri.

Pada dasarnya pergaulan bebas yang terjadi di kalangan para remaja yang disebabkan oleh faktor keluarga ini, juga disebabkan oleh ketidak harmonisan hubungan suami istri dalam membina keluarga sakinah, yang menyebabkan broken home. Kenyataan menunjukkan bahwa anak-anak yang melakukan kejahatan disebabkan karena di dalam keluarga terjadi disentigrasi. Dengan demikian orang tua dalam hal ini ibu dan bapak yang tidak pernah memberikan perhatian ataukah membiarkan anak-anaknya begitu saja dalam berinteraksi dengan suasana lingkungan yang tidak menguntungkan berpengaruh buruk terhadap perkembangan jiwa anak. Hal yang sama  di kemukakan oleh Marawali Harahap bahwa tidak disilinnya pengawasan orang tua dapat mempengaruhi agama terhadap para remaja bertambah longgar. Anak mudah lebih cepat matang dari semula dan berhasrat berdikari pada umur yang lebih muda. Kesempatan bergaul bebas pada masing-masing jenis menjadi lebih muda pada waktu itu. Jika disimpulkan  pendapat di atas dapat dipahami bahwa minimnya perhatian orang tua terhadap anaknya akan berpengaruh terhadap perkembangan tingkah laku anak. Dalam hal ini peluang untuk melakukan pergaulan bebas lebih besar. Seluruh kegagalan di kalangan remaja membuktikan bahwa, dimasa kanak- kanak mereka tidak bisa menyusuaikan dirinya dan bekerja sama dalam kehidupan keluarganya. Keterlibatan keluarga dalam perkembangan anak sangat penting khususnya orangtua.

 

 

Fungsi keluarga terdiri atas empat dimensi yaitu pemecahan masalah, komunikasi, peran, responsivitas afektif,

 a)      Pemecahan masalah, dimensi ini merujuk kepada kemampuan keluarga untuk memecahkan masalah pada setiap level sehingga dapat menjaga fungsi keluarga tetap efektif.

b)      Komunikasi. Pada dimensi ini lebih berfokus kepada komunikasi secara verbal yang lebih dapat diukur.

c)      Peran. Pada dimensi ini terdapat peran dalam keluarga seperti peyediaan sumber daya (penyediaan uang, makanan, pakaian dan tempat tinggal, adanya perawatan dan dukungan (penyediaan kenyamanan, kehangatan, rasa aman dan dukungan untuk anggota anggota keluarga), adanya kepuasan seksual dewasa (pasangan suami istri secara personal merasakan kepuasan dalam hubungan seksual satu sama lain), adanya pengembangan pribadi (mendukung anggota keluarga dalam mengembangkan keterampilan pribadi seperti perkembangan fisik, emosi, sosial dan pendidikan anak serta pengembangan karir dan perkemmbangan sosial dewasa).

d)     Responsivitas afektif, yaitu kemampuan berespon terhadap stimulus yang ada dengan kualitas dan kuantitas perasaan yang tepat.

 

REFERENSI

Berkowitz, op.cit., h. 75.

Sudarsono, Kenakalan Remaja (Cet. II, Jakarta: PT. Rineka Cipta 1991), h.125.

Ibid

Henry N. Siahaan,Pembinaan Anak dala Keluarga (Cet. II; Jakarta: PT. Rineka Cipta 1991), h. 31

Marwali Harahap, Penyakit menular Seksual (Cet.II;Pt. Gramedia ,Jakarta, 1990), h. 4

Maurice Balson, Menjadi orang tua Yang Baik (Cet. I, Bumi Aksara, Jakarta, 1993)h. 144

Afrilyanti, Herlina & Rahmalia, S, HD (2015). Hubungan Pola Asuh Orangtua Dengan Status Identitas Diri Remaja. JOM, Vol 2 (2).

Rochaniningsih, N. S ( 2014). Dampak Pergeseran Peran dan Fungsi Keluarga Pada Perilaku Menyimpang Remaja. Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi, Vol 2 ( 1).

 

Kamis, 11 November 2021

 

MEMBUAT RANCANGAN PRODUK TEKNOLOGI

    Membuat rancangan produk teknologi membutuhkan rancangan produk berdasarkan masalah sehari-hari banyak sekali masalah-masalah yang ada di kehidupan sehari-hari banyak penemuan lahir dari adanya masalah di sekitar para penemu yang kemudian ingin mereka carikan solusinya di era digital ini kita mengenal transportasi daring dan belanja dari transportasi daring membantu pengguna mendapatkan transportasi dengan lebih mudah. Selain itu data transportasi daring membantu penyedia jasa transportasi untuk mencari penumpang belanja daring atau kita sering disebut onlineshop membantumu pembeli mencari barang atau jasa dengan lebih mudah pembeli dapat mencari barang yang lebih murah dari penjual yang lainnya ya dari banyak penjual-penjual juga mendapat keuntungan karena barang dan jasa yang ditawarkan dapat dilihat oleh lebih banyak calon pembeli

    Nah ada satu penemuan jigsaw puzzle oleh John spilsbury berawal dari keinginan beliau untuk mempermudah siswa belajar geografi dari keinginan untuk menyelesaikan masalah tersebut ia berhasil memperoleh keuntungan. Oke kita ambil saja contoh masalah dalam kehidupan sehari-hari yaitu banyak orang yang membuang sampah sembarangan nah bagaimana cara untuk menyusun menyelesaikan masalah tersebut dengan salah satu contohnya dengan salah satu caranya yaitu dengan membuat robot sampah. Carilah informasi mengenai penyebab orang membuang sampah sembarangan bagaimana caranya kalian dapat bertanya kepada orang-orang disekitar kalian hanya kan apakah mereka pernah membuang sampah sembarangan Jika pernah tanyakan alasan mereka tidak membuang sampah di tempat sampah jika tidak pernah tanyakan pendapat mereka tentang mengapa orang sering membuang sampah sembarangan.

    

     Pilihlah salah satu produk yang ingin dibuat buatlah rancangannya seperti contohnya itu membuat robot-robot pengaturan sampahnya rancangan lovebird sampah robot dilengkapi sensor yang dapat mendeteksi jenis sampah robot berbentuk seperti tempat tanpa kemudian robot dapat bergerak sendiri bendera her Robert lengkapi dengan dua tangan untuk memungut sampah.

     Nah itu tadi itu contoh agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan lagi dan juga jika ada masyarakat yang membuang sembarangan robot ini akan bekerja dan memilah sampah yang ada nah selain contoh dari emas salah membuang sampah sembarangan tadi ada juga masalah yang lain.

 

    Nahhh itulah sedikit pembahasan kita terkait membuat rancangan produk teknologi. Penulis berharap tulisan ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan jika banyak terdapat kekurangan penulis mohon maaf. Terima kasih.

 

 

Daftar Rujukan:

Jogiyanto, HM. 1995. Analisis dan Desain Sistem Informasi : pendekatan terstruktur teori dan praktek aplikasi bisnis. Yogyakarta: Andi Offset.

Preston, Jhon. 2007. Komputer dan Masyarakat. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Minggu, 31 Oktober 2021

 

PERANCANGAN PRODUK TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) DALAM KEGIATAN PENYULUHAN PROGRAM KB

 

Kejadian ledakan informasi sebenarnya menjadi pertanda munculnya peluang dan tantangan yang akan dihadapi manusia di masa depan. Perkembangan volume informasi yang dihasilkan dan dikelola akan terus dan semakin menggelembung. Seiring dengan itu maka informasi pun meningkat pula baik jumlah maupun jenisnya. Pada masa tersebut manusia hidup dalam suatu tatanan masyarakat baru, yakni masyarakat informasi. Dalam masyarakat informasi, informasi dianggap sesuatu yang penting untuk menunjang setiap kegiatan manusia. Oleh karena itu, berbagai infrastruktur yang dibutuhkan dalam proses mengelola dan mendistribusikan informasi terus dihasilkan dan dikembangkan. Infrastruktur dalam proses Kejadian ledakan informasi sebenarnya menjadi pertanda munculnya peluang dan tantangan yang akan dihadapi manusia di masa depan.

            Perkembangan volume informasi yang dihasilkan dan dikelola akan terus dan semakin menggelembung. Seiring dengan itu maka informasi pun meningkat pula baik jumlah maupun jenisnya. Pada masa tersebut manusia hidup dalam suatu tatanan masyarakat baru, yakni masyarakat informasi. Dalam masyarakat informasi, informasi dianggap sesuatu yang penting untuk menunjang setiap kegiatan manusia. Oleh karena itu, berbagai infrastruktur yang dibutuhkan dalam proses mengelola dan mendistribusikan informasi terus dihasilkan dan dikembangkan. Infrastruktur dalam proses.

Beberapa manfaat yang diberikan TIK bagi satu bangsa, antara lain:

1. Meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.

2. Meningkatkan daya saing bangsa.

3. Memperkuat kesatuan dan persatuan nasional.

4. Mewujudkan pemerintahan yang transparan.

5. Meningkatkan jati diri bangsa di tingkat internasional.

 

    Tidak dapat dihindari laju perkembangan TIK telah banyak digunakan untuk berbagai tujuan yang kontraproduktif, bahkan destruktif, baik oleh perorangan, kelompok bahkan oleh sebuah negara.

            Program-program yang dilakukan oleh penyuluh merupakan program yang berdadarkan instruksi dari BKKBN pusat, adapun program itu adalah program KB yang ada didalamnya sub program pendukung yaitu: Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), dan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS), yang merupakan suatu sistem yang saling berhubungan satu dengan lainnya. Program-program yang dilaksanakan penyuluh KB tentunya berdasarkan kebutuhan masayarakat (need assessment) calon akseptor KB. Program yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan, untuk pasangan usia subur yang baru mempunyai anak tentunya programnya adalah BKB. Untuk keluarga yang mempunyai anak remaja program yang diberikan adalah BKR, begitulah seterusnya. Prinsip-prinsip pelayanan KB tersebut berkenaan dengan kondisi masyarakat, program pelayanan, serta tujuan dan pelaksanaan layanan, yang mengacu pada pelayanan yang efektif dan efisien untuk kehidupan yang efektif sehari-hari (KES), cerdas dan berkarakter (Prayitno, dkk. 2013: 8).

            Untuk kondisi seperti saat ini sudah berjalan cukup baik, namun terkendala covid 19 yang biasanya progran dilakukan secara langsung oleh kader pada saat ini hanya dapat mengunjungi satu kali sebulan, selebihnya secara daring yaitu melalui media sosial. Pelaksanaan penyuluhan dilakukan setiap sekali sebulan secara langsung, selebihnya melalui media sosial seperti grub wa, facebook. Biasanya memang hanya dilakukan secara lansung namun semenjak masa pandemi juga dilaksanakan di media sosial. Biasanya kader secara langsung pergi ke masyarakat.

            Penyuluhan kepada masyarakat tentang program KB akan lebih efektif dengan menggunakan media penyuluhan. Penggunaan media penyuluhan akan membantu memperjelas informasi yang disampaikan, karena dapat lebih menarik, lebih interaktif, dapat mengatasi batasan ruang, waktu dan indra manusia. Agar informasi yang disampaikan bisa lebih jelas dan mudah dipahami sesuai dengan tujuan yang akan dicapai, maka informasi tersebut perlu dikemas sesuai dengan karakteristik dari setiap media yang digunakan. Intinya pemanfaatan teknologi di lembaga ini ada di media sosial sebagai pengganti penyuluhan secara langsung, tetapi penyuluhan secara langsung juga dilakukan namun terbatas.

 

 

Selasa, 12 Oktober 2021

 

perancangan produk teknologi informasi dan komunikasi dalam program pendidikan luar sekolah

 

Dalam melaksanakan suatu program kegiatan dalam proses belajar pendidikan luar sekolah, kita harus melakukan identifikasi kebutuhan warga belajar kita. Karena dalam Program PLS sistem pembelajaran harus disesuaikan dengan apa yang dibutuhkan oleh warga belajarnya. Kebutuhan adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh manusia untuk kehidupannya, demi mencapai suatu hasil (tujuan) yang lebih baik. Menurut Witkin (1984:3) dinyatakan bahwa identifikasi kebutuhan adalah proses dan sekaligus prosedur yang sistematis untuk menentukan prioritas kebutuhan dan pengambilan keputusan tentang program dan alokasi sumberdaya yang diperlukan bagi keberlangsungan satu program layanan pendidikan atau layanan sosial.

 

Identifikasi kebutuhan sasaran dalam TIK adalah kita harus menyesuaikan bahan pembelajaran berbasis TIK yang kita berikan itu sesuai dengan kebutuhan warga belajar kiata. Selain itu kita harus juga melihat siapa sasaran warga belajar kita, apakah sararan kita itu anak- anak, remaja, dewasa, ataupun lansia. Kita harus manpu menyesuaikan konsep pembelajaran TIK yang seperti apa yang bisa kita gunakan dalam proses pembelajaran warga belajar kita. Identifikasi sasaran ini sangat diperlukan dalam merencanakan suatu pembelajaran yang berbasis TIK yang akan kita gunakan. 

Salah satu bahan belajar berbasis TIK  yang bisa mendukung program PLS adalah konsep belajar adalah konsep belajar berbasis WEB (E- learning ). Konsep bahan belajar ini adalah proses pembelajarannya berbasis internet dan semua materi pembelajaran bisa dipelajari dalam internet ketika menggunakan konsep belajar berbasis web ini. Karena pada saat melakukan pembelajaran pada konsep ini menggunakan internet atau e-learning. Tidak hanya materi, pengiriman dan pemberian tugas juga bisa dilakukan dengan pembelajaran berbasis web.

salah satu perancangan produk TIK dalam program PLS

a. Pembelajaran Kejar Paket C berbasis ICT

Merupakan salah satu program kelompok kerja (Pokja) Kesetaraan BP-PLSP Regional I. Program ini difasilitasi oleh Direktorat Pendidikan Kesetaraan, Ditjen PLS, Depdiknas, melalui dana block grant perluasan akses pendidikan kesetaraan dengan memanfaatkan information and communication technology (ICT) tahun 2006. Produk dari pada program Pembelajaran Paket C berbasis ICT yaitu Aplikasi Pembelajaran Paket C Berbasis Web.

Sasaran program ini tidak hanya dimanfaatkan oleh peserta didik pada kelompok belajar Paket C yang dikelola BP-PLSP Regional I tapi juga melayani kelompok-kelompok belajar yang dikelola SKB di Kabupaten/Kota, PKBM dan satuan pendidikan nonformal lainnya.

Jumat, 01 Oktober 2021

 

PENGELOLAAN TIK DALAM PLS

 

Penggunaan atau pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam program PLS tidak terlepas dari peranan sumberdaya manusia sebagai pengelolanya. Seorang sumberdaya manusia sangatlah memiliki peranan penting dalam pengelolaannya, baik itu dalam proses perancangan, pemanfaatan, maupun evaluasi. Oleh karena itu, kesiapan dari sumberdaya manusia dalam pengelolaan TIK sangat diperlukan, agar suatu tujuan dapat tercapai dengan efektif dan efisien. Teknologi informasi berkembang sejalan dengan perkembangan  teori dan komunikasi teknologi yang menunjang terhadap praktik kegiatan pembelajaran.

 Kegiatan pembelajaran merupakan kegiatan yang paling pokok dalam keseluruhan proses pendidikan. Hal ini berarti pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana proses pembelajaran dirancang dan dijalankan secara profesional. Setiap kegiatan pembelajaran selalu melibatkan dua pelaku aktif, yaitu guru dan siswa. Guru adalah pencipta kondisi belajar siswa yang didesain secara sengaja, sistematis, dan berkesinambungan. Sedangkan siswa sebagai peserta didik merupakan pihak yang menikmati kondisi belajar yang menciptakan guru tersebut. Dengan kata lain untuk pendidikan dan pengembangan guru sangat penting bagi keberhasilan penerapan kurikulum berbasis TIK. Semakin berkembangnya manusia, berkembanglah pula ilmu pengetahuan dan teknologi di segala bidang. Itu semua mengharuskan pendidikan menyesuaikan langkahnya jika ingin tetap relevan. Hal itu menjadikan pendidikan menjadi kian mahal, satu kenyataan yang sering kurang disadari oleh banyak orang.

 Dilain pihak berkembangnya umat manusia mendorong makin banyak orang untuk maju dan tak mau tertinggal. Dan mereka semua memerlukan pendidikan yang lebih baik. Akibatnya, baik faktor kualitas maupun kuantitas pendidikan tidak dapat bisa diabaikan. Pendidikan harus diselenggarakan secara bermutu dan adil mereta bagi seluruh rakyat. Peranan TIK dianggap sangat penting dalam dunia pendidikan. Pendidikan suatu bangsa merupakan tolak ukur kemampuan suatu bangsa. Oleh karena itu, pemanfaatan TIK diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan kita. Salah satu cara pemanfaatan TIK adalah melalaui pembelajaran di kelas yang berbasis teknologi dan informasi. Guru sebagai tenaga pengajar yang profesional harus tahu dan paham akan pentingnya TIK dalam pembelajaran pada saat ini.

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) saat ini sangat berkembang di masyarakat. Teknologi Informasi merupakan teknologi yang dipergunakan untuk mengelola data, meliputi didalamnya: memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dengan berbagai macam cara dan prosedur guna menghasilkan informasi yang berkualitas dan bernilai guna. Perkembangan TIK terus meningkat seiring meningkatnya kebutuhan manusia. Saat ini tren penggunaan e- yang berarti elektronik bermunculan. Seperti e-education, e-government, e-learning dan lain sebagainya. Teknologi Informasi dan Komunikasi seakan telah mendarah daging didalam diri setiap manusia di era ini, Teknologi Informasi dan Komunikasi yang telah menglobal mampu mencakupi segala aspek yang ada dalam kehidupan. Dalam bidang hiburan, TIK banyak memiliki peranan. Teknologi Informasi seakan telah menjadi pengalihfungsian penyajian informasi.

 

Jumat, 24 September 2021

 

praktek penguasaan tik PLS

 

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) atau yang lebih populer dengan sebutan Information and Communication Technology  sudah semakin berkembang serta memberikan pengaruh terhadap berbagai bidang. (Bambang Warsita 2006), berpendapat bahwa perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah mencapai gelombang yang ketiga. Gelombang pertama timbul dalam bentuk teknologi pertanian. Gelombang kedua timbul dalam bentuk teknologi industri. Kini, gelombang ketiga yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi elektronika dan informatika. Dunia pendidikan saat ini mulai mengintegrasikan teknologi pada berbagai aspek termasuk dalam pembelajaran. Kebijakan pendidikan diarahkan untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sehingga mampu mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi tantangan global. Dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi pada pembelajaran setidaknya pendidik mampu menguasai dan mau menggunakan teknologi.

Dalam Permendiknas No 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru, pada bagian kompetensi Pedagogik Guru SMA, dikatakan bahwa kompetensi guru mata pelajaran adalah memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran yang diampu. Artinya pembelajaran tidak lagi bersifat konvensional. Guru diharapkan mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran, menerapkan berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif dalam mata pelajaran yang diampu. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi diharapkan mampu meningkatkan keberhasilan proses belajar mengajar. Penerapan aplikasi teknologi informasi dan komunikasi yang tepat dalam dunia pendidikan merupakan salah satu faktor kunci penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kualitas sumber daya manusia (Munir, 2009).

Oleh karena itu penerapan dan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi bukan sekedar mengikuti trend global melainkan merupakan suatu langkah strategis dalam upaya meningkatkan akses dan mutu pendidikan. Hal ini juga merupakan salah satu faktor kunci untuk mengejar ketertinggalan dunia pendidikan dan kualitas sumber daya manusia Indonesia dengan bangsa bangsa lain. Model pemanfaatan TIK dalam proses pembelajaran pada penelitian ini mengacu kepada Munadi (2013) yang mengklasifikasikan pemanfaatan komputer dalam pembelajaran ke dalam berapa bentuk termasuk pemanfaatan multimedia presentasi, kemudian berkaitan dengan pemanfaatan internet dalam pembelajaran yang mana termasuk di dalamnya pemanfaatan e-mail dan website. Komputer juga dapat dijadikan sebagai sarana permainan (game) yang tentu saja permainan yang berkaitan dengan pelajaran. Hal ini dimaksudkan untuk menghindarkan siswa dari kejenuhan, sehingga apa yang diharapkan oleh guru dapat tercapai dengan optimal.

 

Jumat, 17 September 2021

 

Kebeterimaan warga belajar terhadap produk teknologi informasi dan komunikasi ( TIK ) yang digunakan dalam program pendidikan luar sekolah

 

TIK adalah teknologi yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi. Sumber daya manusia adalah salah satu factor yang sangat penting bahkan tidak dapat dilepaskan dari sebuah organisasi, baik institusi maupun perushaan. SDM juga merupakan kunci yang menentukan perkembangan perusahaan. Dalam pempersiapkan SDM ini di kembangkan berbagai program pendidikan di bidang TIK seperti program sekolah mengadakan kursus bidang teknologi informasi, Oleh karena itu, perlu dikembangkan paket-paket pelatihan yang terjangkau. Dalam hal ini, peran pemerintah sangat diperlukan dalam rangka membantu proses pendidikan maupun penambahan fasilitas yang lebih memadai. Upaya Peningkatan Kapasitas SDM dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan seperti meningkatkan kesadaran dan pemahaman, manfaatan sumber daya pendidikan dan pelatihan, menyelengaraan pendidikan dan pelatihan, peningkatan informasi melalui pemberian penghrgaan/ apresiasi kepada seluruh SDM.

 

Dalam program Pendidikan Luar Sekolah, terdapat banyak produk Teknologi, Informasi dan Komunikasi sebagai pendukung proses pembelajaran. Produk tersebut dapat berguna untuk mempermudah proses pembelajaran. Namun tidak semua warga belajar dapat menerima produk TIK yang digunakan, karna tidak semua warga belajar dapat menggunakan produk tersebut. Tidak bisa dipungkiri bahwasanya bukan hanya warga belajar yang tidak dapat menggunakan produk TIK tersebut, tetapi banyak juga pendidik yang belum bisa menerapkan produk TIK ini didalam pembelajaran Pendidikan Luar Sekolah.

Produk TIK seperti Internet, video dan sebagainya memiliki dampak yang berbeda-beda, yakni ada diantaranya dampak positif maupun dampak negatif. Untuk itu, kita sebagai pendidik harus menguasai terlebih dahulu berbagai macam produk dari Teknologi, Informasi dan Komunikasi. Serta sebagai pendidik juga harus mengetahui berbagai kelebihan dan kekurangan produk TIK sebagai media dalam pembelajaran Pendidikan Luar Sekolah. Agar produk TIK tersebut dapat diterima oleh warga belajar dalam Pendidikan Luar Sekolah.

Keberterimaan warga belajar terhadap produk TIK yang digunakan dalam program PLS cenderung dipengaruhi oleh kemudahan untuk
mengoperasikan, artinya jika pengguna atau warga belajar merasakan mudah untuk memahami dan mengoperasikan sebuah sistem informasi, maka dia akan bersedia menggunakannya dan menerima produk dari TIK tersebut. Sama halnya dengan jika warga belajar merasa senang dan dapat membantunya dalam penerimaan informasi yang disampaikan oleh sumber belajar dengan mudah tanpa ada gangguan apapun dengan adanya bantuan atau pemanfaatan produk dari TIK ini, maka ia akan terbuka dan senang menerima dari pemanfaatan atau penggunaan produk TIK dalam program PLS. Begitu juga sebaliknya, jika hal yang terjadi berbanding terbalik dengan di atas, maka kemungkinan besar warga belajar tidak akan mudah menerima produk TIK yang digunakan dalam PLS.

 

  PERAN KELUARGA DALAM MENGHADAPI PENYIMPANGAN PERILAKU PADA REMAJA     Remaja adalah masa peralihan diri dari perkembangan psikologis...